Kulit Makin Banyak Skincare, Kok Malah Makin Sensitif?

Kulit Makin Banyak Skincare, Kok Malah Makin Sensitif?

Sudah pakai skincare dari pagi sampai malam. Ada cleanser, toner, serum, moisturizer, exfoliating, sampai sunscreen. Awalnya ingin kulit lebih sehat dan glowing, tetapi yang terjadi justru kulit terasa perih, mudah merah, kering, atau muncul bruntusan.

Kalau pernah mengalami hal tersebut, mungkin muncul pertanyaan: “Kenapa semakin banyak skincare yang dipakai, kulit malah semakin sensitif?”

Salah satu kemungkinannya adalah kulit mendapatkan terlalu banyak paparan bahan aktif atau mengalami gangguan pada skin barrier. Namun, kulit yang menjadi sensitif juga dapat disebabkan oleh kondisi kulit tertentu atau reaksi terhadap produk tertentu.

Apa yang dimaksud dengan kulit sensitif?

Kulit sensitif bukan sekadar kulit yang mudah merah.

Secara umum, kulit sensitif menggambarkan kondisi ketika kulit lebih mudah mengalami sensasi tidak nyaman seperti perih, terbakar, gatal, atau terasa kencang setelah terkena produk atau faktor tertentu. Pemicu setiap orang dapat berbeda. Ada yang sensitif terhadap produk tertentu, perubahan suhu, paparan sinar matahari, udara kering, atau penggunaan bahan aktif tertentu. Karena itu, tidak semua kulit yang mengalami kemerahan otomatis berarti memiliki kulit sensitif.

Terlalu banyak skincare bisa mengganggu skin barrier

Kulit memiliki lapisan pelindung yang sering disebut skin barrier. Salah satu fungsi pentingnya adalah membantu mempertahankan kelembapan kulit dan melindungi kulit dari berbagai paparan lingkungan. Penggunaan skincare yang terlalu banyak, terutama jika melibatkan berbagai bahan aktif secara bersamaan, dapat meningkatkan risiko iritasi pada sebagian orang.

Misalnya, seseorang menggunakan exfoliating acid, retinoid, produk dengan bahan aktif lain, kemudian menambahkan produk eksfoliasi tambahan karena ingin mendapatkan hasil lebih cepat. Bukannya semakin sehat, kulit justru dapat menjadi kering, perih, kemerahan, atau terasa lebih sensitif.

Bahan aktif bukan berarti harus digunakan semuanya

Retinol, AHA, BHA, vitamin C, dan berbagai bahan aktif lainnya memang memiliki fungsi masing-masing dalam perawatan kulit. Namun, lebih banyak bahan aktif tidak otomatis menghasilkan kulit yang lebih sehat. Masalahnya bukan semata-mata karena bahan aktif tersebut “buruk”. Konsentrasi, frekuensi penggunaan, kombinasi dengan produk lain, kondisi kulit, dan toleransi masing-masing orang juga perlu dipertimbangkan.

Kulit membutuhkan waktu untuk beradaptasi terhadap beberapa bahan aktif. Karena itu, menambahkan banyak produk sekaligus justru membuat lebih sulit mengetahui produk mana yang menyebabkan masalah ketika kulit mengalami iritasi.

Kulit perih setelah skincare, apakah berarti produknya bekerja?

Tidak selalu.

Ada anggapan bahwa rasa perih atau sensasi terbakar setelah menggunakan skincare merupakan tanda bahwa produk sedang bekerja. Padahal, rasa perih dapat menjadi tanda iritasi.

Sensasi tertentu memang dapat muncul setelah penggunaan beberapa produk, tetapi rasa terbakar yang kuat, kemerahan yang menetap, gatal, pembengkakan, atau kulit yang semakin mengelupas tidak sebaiknya dianggap sebagai tanda bahwa skincare semakin efektif. Jika kulit memberikan respons yang tidak nyaman secara berulang, penggunaan produk perlu dievaluasi.

Bagaimana dengan eksfoliasi?

Eksfoliasi dapat membantu mengangkat sel kulit dari permukaan kulit dan pada kondisi tertentu menjadi bagian dari rutinitas perawatan kulit. Namun, terlalu sering melakukan eksfoliasi dapat membuat kulit menjadi kering dan teriritasi. Terlebih jika seseorang menggunakan beberapa produk eksfoliasi sekaligus atau mengombinasikannya dengan bahan aktif lain yang juga berpotensi menyebabkan iritasi.

Jadi, tujuan skincare bukan membuat kulit “terkelupas sebanyak mungkin”, tetapi menjaga kondisi kulit tetap sehat dan nyaman.

Apa yang harus dilakukan ketika kulit mulai sensitif?

Jika kulit mulai terasa perih, kering, merah, atau mengelupas, salah satu langkah yang dapat dipertimbangkan adalah menyederhanakan rutinitas skincare untuk sementara.

Tidak perlu menggunakan banyak produk sekaligus.

Rutinitas dasar dapat difokuskan pada pembersihan kulit yang sesuai, pelembap, dan perlindungan terhadap sinar matahari. Produk dengan bahan aktif yang berpotensi menyebabkan iritasi dapat dievaluasi atau dihentikan sementara sesuai kondisi kulit.

Setelah kondisi kulit membaik, produk dapat diperkenalkan kembali secara bertahap jika memang diperlukan.

Jangan menambah produk setiap kali muncul masalah

Bruntusan muncul → tambah serum.

Kulit kusam → tambah exfoliating.

Kulit kering → tambah toner.

Kulit merah → tambah produk calming.

Tanpa disadari, rutinitas skincare bisa semakin panjang setiap kali muncul masalah.

Padahal, semakin banyak produk yang digunakan, semakin sulit mengetahui penyebab masalah kulit. Karena itu, ketika kulit mulai bermasalah, menambah produk bukan selalu solusi.

Terkadang, langkah yang lebih tepat justru mengurangi produk dan mengevaluasi kembali rutinitas yang sedang digunakan.

Kapan sebaiknya konsultasi ke dokter?

Jika kulit terus mengalami kemerahan, gatal, perih, terbakar, mengelupas, bengkak, atau muncul keluhan yang tidak membaik meskipun penggunaan skincare sudah disederhanakan, sebaiknya konsultasikan dengan dokter. Hal ini penting karena kulit sensitif tidak selalu disebabkan oleh penggunaan skincare yang terlalu banyak. Beberapa kondisi kulit juga dapat menimbulkan gejala yang serupa dan membutuhkan penanganan yang berbeda.

Dokter dapat membantu mengevaluasi kondisi kulit dan menentukan apakah keluhan berkaitan dengan iritasi, reaksi terhadap produk tertentu, atau kondisi kulit lainnya.

Jadi, apakah semakin banyak skincare semakin bagus?

Tidak selalu.

Kulit tidak membutuhkan sebanyak mungkin produk. Yang lebih penting adalah memilih produk yang sesuai dengan kondisi kulit, menggunakannya dengan cara yang tepat, dan memberikan waktu bagi kulit untuk beradaptasi. Jika kulit semakin sering terasa perih atau sensitif setelah rutinitas skincare bertambah panjang, mungkin sudah waktunya berhenti sejenak dan mengevaluasi kembali apa saja yang digunakan.

Karena dalam perawatan kulit, lebih banyak tidak selalu lebih baik. Kulit yang sehat bukan kulit yang memakai produk paling banyak, tetapi kulit yang dirawat sesuai kebutuhannya.