Skin booster semakin banyak dikenal sebagai salah satu pilihan perawatan untuk meningkatkan kondisi dan kualitas kulit. Namun, masih banyak yang menganggap skin booster sama dengan serum karena keduanya sering dikaitkan dengan perawatan kulit agar terlihat lebih sehat.
Padahal, skin booster dan serum merupakan dua jenis perawatan yang berbeda. Perbedaannya bukan hanya pada bahan atau produknya, tetapi juga pada cara pemberian dan lapisan kulit yang menjadi target. Lalu, apa sebenarnya perbedaan skin booster dengan serum?
Apa Itu Skin Booster?
Skin booster umumnya merupakan tindakan medis yang dilakukan dengan memberikan bahan tertentu ke dalam kulit menggunakan teknik injeksi. Karena diberikan melalui injeksi, skin booster berbeda dari produk skincare yang digunakan pada permukaan kulit.
Bahan yang digunakan dalam skin booster dapat berbeda-beda, begitu pula teknik pemberiannya. Oleh karena itu, pemilihan skin booster sebaiknya tidak hanya didasarkan pada produk yang sedang populer, tetapi juga mempertimbangkan kondisi kulit dan kebutuhan masing-masing pasien.
Apa Bedanya Skin Booster dengan Serum?
Perbedaan utama skin booster dan serum terletak pada cara pemberian dan target perawatannya. Serum digunakan dari luar dengan cara diaplikasikan pada permukaan kulit. Serum merupakan bagian dari perawatan kulit sehari-hari dan dapat digunakan sesuai dengan kebutuhan kulit serta kandungan yang terdapat di dalamnya.
Sementara itu, skin booster diberikan ke dalam kulit menggunakan teknik injeksi. Karena merupakan tindakan medis, penggunaannya memerlukan pertimbangan yang lebih spesifik terhadap kondisi pasien, bahan yang digunakan, serta teknik pemberiannya. Dengan demikian, skin booster dan serum tidak dapat dianggap sebagai dua produk yang hanya berbeda tingkat kekuatannya. Keduanya bekerja dengan pendekatan yang berbeda.
Apakah Skin Booster Lebih Baik daripada Serum?
Tidak selalu. Skin booster tidak otomatis lebih baik daripada serum, karena keduanya memang ditujukan untuk pendekatan perawatan yang berbeda. Serum dapat menjadi bagian dari rutinitas perawatan kulit sehari-hari. Sementara itu, skin booster merupakan tindakan medis yang dilakukan berdasarkan kebutuhan dan kondisi kulit tertentu.
Pilihan perawatan sebaiknya tidak ditentukan hanya berdasarkan popularitas suatu tindakan atau hasil yang terlihat pada orang lain. Kondisi kulit setiap orang dapat berbeda sehingga kebutuhan perawatannya juga tidak selalu sama.
Jangan Memilih Skin Booster Hanya karena Sedang Tren
Hasil perawatan pada orang lain belum tentu dapat menjadi gambaran hasil yang sama untuk setiap orang. Ada berbagai hal yang perlu dipertimbangkan sebelum melakukan skin booster, mulai dari kondisi kulit, bahan yang digunakan, teknik pemberian, hingga kondisi pasien secara keseluruhan.
Karena itu, keputusan untuk melakukan skin booster sebaiknya tidak hanya berdasarkan rekomendasi dari media sosial, testimoni, atau tren kecantikan yang sedang populer.
Kapan Sebaiknya Konsultasi sebelum Skin Booster?
Jika tertarik melakukan skin booster, sebaiknya konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter. Dokter dapat melakukan penilaian terhadap kondisi kulit dan membantu menentukan apakah tindakan tersebut memang diperlukan.
Konsultasi juga penting untuk mempertimbangkan bahan yang sesuai, teknik yang digunakan, serta risiko atau kondisi tertentu yang perlu diperhatikan sebelum tindakan. Pada akhirnya, perawatan kulit yang tepat bukan hanya mengenai perawatan yang sedang populer, tetapi mengenai perawatan yang sesuai dengan kebutuhan dan kondisi kulit masing-masing.
Skin booster dan serum merupakan dua jenis perawatan yang berbeda. Serum digunakan dari luar dan diaplikasikan pada permukaan kulit sebagai bagian dari perawatan sehari-hari, sedangkan skin booster umumnya merupakan tindakan medis dengan pemberian bahan tertentu ke dalam kulit menggunakan teknik injeksi.
Keduanya tidak dapat dibandingkan secara sederhana dengan mengatakan bahwa salah satunya pasti lebih baik. Jika ingin mempertimbangkan skin booster, konsultasi dengan dokter dapat membantu menentukan apakah tindakan tersebut sesuai dengan kondisi dan kebutuhan kulit Anda.

dr. Dyahlokita Swastyastu, M.Med.Sc., Sp.D.V.E. adalah dokter spesialis Dermatologi, Venereologi, dan Estetika yang merupakan lulusan Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan Universitas Gadjah Mada. Beliau saat ini menjadi staf pengajar di Departemen Dermatologi dan Venereologi FK-KMK UGM, dengan bidang keahlian pada dermatologi tropis, termasuk infeksi kulit, skabies, dan mikrobioma kulit. Selain menjalankan praktik klinis, beliau juga aktif dalam kegiatan akademik, pendidikan kedokteran, serta kegiatan pelayanan dan skrining kesehatan kulit.
