Mengapa Melasma Lebih Sering Terjadi pada Perempuan? Apa yang Harus Dilakukan?

Mengapa Melasma Lebih Sering Terjadi pada Perempuan? Apa yang Harus Dilakukan?

Mengapa Melasma Lebih Sering Terjadi pada Perempuan?

Melasma adalah salah satu masalah pigmentasi kulit yang lebih sering ditemukan pada perempuan. Kondisi ini ditandai dengan munculnya bercak atau flek berwarna kecokelatan hingga lebih gelap, terutama pada area wajah seperti pipi, dahi, hidung, dan atas bibir.

Salah satu faktor yang berperan dalam terjadinya melasma adalah hormon. Hormon seperti estrogen dan progesteron dapat memengaruhi aktivitas melanosit, yaitu sel yang menghasilkan pigmen atau melanin pada kulit. Karena itu, melasma cukup sering muncul atau menjadi lebih berat pada kondisi ketika terjadi perubahan hormonal.

Kehamilan dan kontrasepsi hormonal dapat berperan

Melasma dapat muncul atau semakin terlihat pada masa kehamilan. Kondisi ini bahkan sering dikenal sebagai mask of pregnancy. Selain kehamilan, penggunaan kontrasepsi hormonal pada sebagian perempuan juga dapat menjadi salah satu faktor yang berkaitan dengan munculnya atau memburuknya melasma.

Namun, hormon bukan satu-satunya penyebab melasma. Terjadinya melasma merupakan hasil dari berbagai faktor yang saling berinteraksi, termasuk faktor individu dan lingkungan.

Paparan Sinar Matahari Juga Berperan Penting

Selain faktor hormonal, paparan cahaya merupakan salah satu faktor penting yang dapat memperburuk melasma.

Pada seseorang yang memang memiliki kecenderungan mengalami melasma, paparan sinar ultraviolet (UV) dapat merangsang aktivitas pembentukan pigmen sehingga bercak menjadi semakin jelas. Tidak hanya sinar ultraviolet, cahaya tampak juga dapat berperan dalam memperburuk pigmentasi pada sebagian orang.

Karena itu, mengatasi melasma tidak cukup hanya dengan menggunakan produk yang bertujuan mencerahkan kulit. Perlindungan dari paparan cahaya merupakan bagian penting dalam penanganan melasma.

Apa yang Harus Dilakukan Jika Mengalami Melasma?

Jika muncul flek yang menetap di wajah, sebaiknya tidak langsung panik atau mencoba berbagai macam krim pemutih tanpa mengetahui penyebabnya.

Langkah pertama yang penting adalah melindungi kulit dari paparan cahaya. Gunakan sunscreen secara rutin dan aplikasikan dalam jumlah yang cukup. Perlindungan fisik seperti menggunakan topi, payung, atau mengurangi paparan matahari secara langsung juga dapat membantu.

Selain itu, sebaiknya konsultasikan kondisi kulit kepada dokter kulit. Pemeriksaan diperlukan untuk memastikan bahwa perubahan warna kulit tersebut memang merupakan melasma dan bukan kondisi pigmentasi lain. Setelah diagnosis ditegakkan, dokter dapat menentukan terapi yang sesuai dengan kondisi dan faktor pencetus masing-masing individu.

Jangan asal mencoba krim pemutih

Tidak semua produk pencerah kulit cocok untuk digunakan pada melasma. Penggunaan produk secara sembarangan juga dapat menyebabkan iritasi, terutama jika kulit tidak cocok dengan kandungan tertentu.

Melasma dapat memiliki faktor pencetus dan kondisi kulit yang berbeda pada setiap orang. Karena itu, penanganannya juga tidak selalu sama.

Apakah Melasma Bisa Hilang dalam Beberapa Hari?

Melasma membutuhkan waktu dan konsistensi dalam penanganannya. Karena itu, jangan berharap flek akan menghilang hanya dalam beberapa hari setelah menggunakan suatu produk atau menjalani terapi. Tujuan penanganan melasma bukan hanya membuat kulit terlihat lebih cerah, tetapi juga mengontrol pigmentasi, mengurangi tampilan bercak, dan membantu mencegah kondisi menjadi semakin berat atau mudah kambuh. Konsistensi dalam perlindungan terhadap cahaya menjadi bagian penting karena paparan matahari dan cahaya dapat kembali merangsang pigmentasi.

Kapan Sebaiknya Memeriksakan Melasma ke Dokter?

Jika Anda memiliki flek yang menetap, semakin luas, atau semakin gelap, sebaiknya jangan hanya mengandalkan produk yang dibeli sendiri.

Pemeriksaan oleh dokter kulit dapat membantu memastikan penyebab perubahan warna kulit dan menentukan penanganan yang sesuai. Dengan diagnosis yang tepat, terapi dapat disesuaikan dengan kondisi kulit dan faktor yang mungkin berperan pada masing-masing orang.

“Melasma memang dapat ditangani, tetapi membutuhkan perlindungan kulit dan konsistensi. Jangan asal mencoba produk hanya karena ingin mendapatkan kulit yang lebih cerah dalam waktu singkat. Jika flek menetap atau semakin luas, periksakan kondisi kulit kepada dokter.”

dr. Flandiana Yogianti, Ph.D, Sp.D.V.E, Subsp.D.K.E merupakan dokter spesialis di bidang kulit dan kelamin (dermatologi dan venereologi) lulusan dari Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan UGM pada tahun 2018. Beliau juga telah menyelesaikan Pendidikan S-3 di bidang Dermatology dengan topik Photo dermatology di Kobe University, Jepang pada tahun 2013. Saat ini dr. Flandiana aktif tergabung dalam Kelompok Studi Dermatologi Kosmetik Indonesia (KSDKI) dan telah mengikuti pelatihan seperti injeksi botox, filler, thread lift (tanam benang), laser, chemical peeling, microneedling, skin rejuvenation, serta tindakan-tindakan lain terutama untuk pelayanan di bidang dermatologi kosmetik.